PROYEK JALAN TOL IKN SEKSI 1 MENDAPATKAN PERSETUJUAN PENUH DARI MASYARAKAT SETEMPAT



NUSANTARA- Proyek Jalan Tol Ibu Kota Nusantara (IKN) Seksi 1 yang menghubungkan Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan dan Tol Balikpapan-Samarinda (Balsam) diklaim telah disetujui masyarakat.

Kepala Biro Pemerintahan, Perbatasan dan Otonomi Daerah (PPOD) Setdaprov Kaltim Siti Sugianti mengungkapkan hal itu kepada  Kompas.com , Kamis (4/7/2024).

Menurut Siti, pertemuan dan konsultasi publik sebelumnya dengan masyarakat sudah digelar dua kali.

Pertemuan ini melibatkan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, Pemerintah Kota Balikpapan, akademisi, lembaga swadaya masyarakat, dan masyarakat.

Dalam pertemuan tersebut juga dibahas lahan sebanyak 250 bidang sudah siap untuk ditetapkan dalam penentuan lokasi (penlok). "Panjang jalan tol ini 7,6 kilometer. Penlok sedang diproses, dan kami sudah dua kali rapat. Ada rapat lanjutan dengan Kementerian PUPR lahan yang sudah siap dipenlok dan tidak bermasalah 250 bidang," ungkap Siti.

Penlok ini akan dilakukan secara bertahap sebanyak dua sesi.

Namun demikian, Pj Gubernur Kalimantan Timur Akmal Malik menegaskan, hal penting dari langkah Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dalam pengadaan lahan ini adalah persetujuan masyarakat. "Uang Ganti Kerugian (UGK) sudah disetujui Pemerintah Pusat. Kami memastikan persetujuan masyarakat. Setelah melalui proses komunikasi, tidak ada yang menolak.  Alhamdulillah 100 persen mendukung," tambah Akmal.

Sementara itu, Ketua Satuan Tugas Pelaksanaan Pembangunan Infrastruktur IKN Danis H Sumadilaga menargetkan Tol IKN Bagian 1 Bandara SAMS Sepinggan-Tol Balsam akan rampung pada 2025. "Kalau mungkin, 2025," kata Danis.

Jalan Tol IKN Seksi 1 Bandara Sepinggan-Tol Balsam ini masuk ke dalam tahapan pembangunan IKN Batch 3.

Saat ini, jalan bebas hambatan berbayar tersebut tengah dilelang dengan nilai sebesar Rp 3,8 triliun yang dibangun dengan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2024-2025.

Pembangunan dilaksanakan selama 510 hari kalender. Proyek tersebut sebelumnya telah dilaksanakan pada awal Juni 2024, namun gagal.

Komentar